KAMMI: Polisi harus Hentikan Kekerasan pada Mahasiswa

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

SURABAYA – KAMMI Se-Jatim bersama lebih dari 50 KAMMI Daerah Se-Indonesia (26/5/17) gelar aksi demo menentang kekerasan oleh oknum polisi di Depan Istana Negara pada Rabu, 24 Mei 2017 di Jakarta.

Saat itu Ratusan Aktivis KAMMI menggelar demo di Depan Istana memprotes atas lambatnya pengusutan sejumlah kasus korupsi yang nyata-nyata merugikan rakyat. KAMMI menyoroti kasus BLBI, Century, Sumber Waras, Reklamasi, E-KTP yang hingga kini tak ketemu ujungnya. KAMMI menilai dalam hal ini pemerintah serta Aparat terkait termasuk Kepolisian dan Kejaksaan terkesan abai atau mandul dalam menghadapi koruptor kelas kakap.

Semula aksi berjalan lancar, menjelang petang aparat kepolisian melakukan pemukulan pada aktivis KAMMI yang bertahan di depan Istana. Tercatat belasan aktivis KAMMI mengalami luka-luka dan 7 orang sempat ditahan termasuk Ketua Umum PP KAMMI, jelas Rijal Sekjend KAMMI Jatim.

Ditemui ditempat terpisah Yudi selaku Humas KAMMI Jatim menjelaskan, sejumlah KAMMI Daerah di Jatim hari ini menggelar aksi keprihatinan diantaranya Surabaya, Malang, Ponorogo, dan Jember.

KAMMI menuntut Kapolres Jakarta Pusat dan Kapolda Metro Jaya untuk bertanggung jawan dan dicopot karena jelas-jelas menggunakan standart ganda berupa kekerasan pada mahasiswa, beda perlakuan dengan aksi kotak-kotak dengan lilin yang hampir merobohkan pagar LP Cipinang dan sampai subuh pun tak dihiraukan.

Untuk di Surabaya KAMMI memusatkan di Mapolda Jatim. Selain itu KAMMI fokus pada isu utama yaitu pemberantasan korupsi yang bisa dibilang mandek serta kinerja Jaksa Agung HM Prasetyo dinilai tidak profesional, jelas Yudi.

Aksi Damai ini menyasar Kantor Kepolisian Jatim, Kepolisian Kota/Kabupaten serta pusat kota lainnya. []

Mas Admin

Mas Admin

Editor situs KAMMI Jawa Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *